Jumat, 13 Mei 2011

Benlysta, obat (Pertama) penyakit Lupus

Awal bulan Maret 2011 kemarin, FDA atau Food and Drug Administration negara Amerika Serikat mengeluarkan obat PERTAMA bagi penderita penyakit Lupus. Benlysta, nama obatnya menjadi sebuah harapan baru bagi para Odapus, sebutan bagi penderita penyakit Lupus.

Lupus disebut juga penyakit Auto Immune, karena fungsi imunitas tubuh kita menyerang bagian vital tubuh kita sendiri. Benlysta merupakan obat pertama di dunia untuk penyakit ini, dan walaupun masih tidak bisa menyembuhkan, Benlysta membawa harapan baru bagi penderita Lupus atau Odapus.

Penyakit ini seringkali diasosiasikan sebagai penyakit wanita, karena penderitanya 90 % adalah wanita. Dan mayoritas diderita oleh wanita dari Asia, Afrika dan Amerika Latin, tidak banyak ditemukan pada wanita berkulit putih.

Menurut Dokter Cynthia Aranow, salah seorang investigator klinik dalam pengembangan Benlysta, pemicunya diperkirakan dari faktor genetika dan lingkungan, tetapi penyebab dari penyakit ini masih belum diketahui asalnya.

Amerika Serikat merupakan negara pertama yang mengeluarkan dan menyediakan Benlysta bagi para Odapus. Penelitian dan percobaannya memakan waktu sekitar 10 tahun.

Lupus atau penyakit yang secara medis dikenal sebagai Lupus Eritematosus Sistemik, masih merupakan penyakit yang menakutkan. Di Amerika Serikat, menurut data pustaka, ada 14 sampai 50 orang per 100,000 orang. Di Indonesia, ada sekitar 50.000 penderita.

Dokter Betty Diamond, kepala bagian peneliti dari sentra autoimmune dari Feinstein (baca: FAIN-STIN) Institute, menerangkan bahwa Benlysta bekerja dengan cara menetralisir B-sel yang menyerang tubuh pasien.

Gejala penyakit Lupus bisa berupa merasa tidak enak badan, demam, ruam-ruam pada kulit, rambut rontok, sakit sendi.. dan lain lain. Setiap penderita lupus bisa mempunyai gejala yang sangat berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar