Saya rasa semua orang pasti sudah tahu apa dan bagaimana Sphinx itu. Namun pembahasan kali ini adalah bukan tentang asal usul Sphinx, melainkan tentang teka-teki yang ditanyakan oleh Sphinx kepada Oedipus. Sphinx menjanjikan, siapapun yang dapat menjawab teka-tekinya akan diberikan Tahta Thebes sekaligus dinikahkan dengan janda dari raja Laius, Iokaste.
Teka-teki ini sudah sangat "Tua", tapi selalu menarik untuk dibicarakan, karena ini merupakan sebuah metafora tentang manusia
Pertanyaan dari Sphinx:
Apa yang berjalan menggunakan empat kaki di pagi hari, dengan dua kaki pada siang hari dan tiga kaki di malam hari?
Jawaban:
Seorang Manusia. Manusia merangkak sewaktu bayi menggunakan 2 kaki dan 2 tangan menjadi empat alat berjalan, berjalan dengan dua kaki sebagai orang dewasa dan berjalan dengan tongkat di usia tua. (2 kaki, 1 tongkat = 3).
Tentu saja, pagi siang, dan malam adalah metafora untuk kali dalam (seseorang) hidup.
Konon kabarnya karena teka-tekinya terjawab, Sphinx melempar dirinya sendiri dari tebing hingga tewas. Oedipus lalu diangkat menjadi raja Thebes dan menikahi Iokaste.
Namun disinilah awal dari tragedi itu dimulai, karena ternyata Iokaste adalah ibu kandung Oedipus. Begitu mengetahui kalau Oedipus adalah anak kandungnya, maka Iokaste kaget dan menggantung dirinya sendiri, sementara Oedipus menusuk matanya hingga buta.
Nama Oedipus kemudian diserap dalam bidang/ilmu Psikologi, Oedipus Complex, yang merujuk pada seseorang yang mencintai/menyukai perempuan yang jauh lebih tua sebagai refleksi pemujaan dirinya terhadap figur ibu.
Teka-teki ini sudah sangat "Tua", tapi selalu menarik untuk dibicarakan, karena ini merupakan sebuah metafora tentang manusia
Pertanyaan dari Sphinx:
Apa yang berjalan menggunakan empat kaki di pagi hari, dengan dua kaki pada siang hari dan tiga kaki di malam hari?
Jawaban:
Seorang Manusia. Manusia merangkak sewaktu bayi menggunakan 2 kaki dan 2 tangan menjadi empat alat berjalan, berjalan dengan dua kaki sebagai orang dewasa dan berjalan dengan tongkat di usia tua. (2 kaki, 1 tongkat = 3).
Tentu saja, pagi siang, dan malam adalah metafora untuk kali dalam (seseorang) hidup.
Konon kabarnya karena teka-tekinya terjawab, Sphinx melempar dirinya sendiri dari tebing hingga tewas. Oedipus lalu diangkat menjadi raja Thebes dan menikahi Iokaste.
Namun disinilah awal dari tragedi itu dimulai, karena ternyata Iokaste adalah ibu kandung Oedipus. Begitu mengetahui kalau Oedipus adalah anak kandungnya, maka Iokaste kaget dan menggantung dirinya sendiri, sementara Oedipus menusuk matanya hingga buta.
Nama Oedipus kemudian diserap dalam bidang/ilmu Psikologi, Oedipus Complex, yang merujuk pada seseorang yang mencintai/menyukai perempuan yang jauh lebih tua sebagai refleksi pemujaan dirinya terhadap figur ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar