Beberapa bulan yang lalu saya membeli kamera DLSR Canon 550D, terus terang keinginan saya membeli kamera ini lebih didasarkan karena ekspektasi saya terhadap kamera jenis Pocket atau Prosumer sudah tidak memenuhi harapan. Akhirnya dengan memaksakan diri saya membeli kamera ini.
Seperti yang sudah saya perkirakan sebelumnya dan mungkin juga bagi kebanyakan orang yang memakai kamera jenis ini... Lensa adalah hal yang sangat vital. Banyak orang bilang: Kameranya bagus, tapi kalau lensanya jelek, akan sia-sia saja. Lebih baik lensanya bagus dan kameranya biasa saja. Syukur-syukur kalau keduanya bagus... tapi sudah pasti akan membuat kantong bolong... hihihi.. contohnya saya deh.
Awalnya saya memakai lensa kit (18-55mm IS), kemudian setelah mencari referensi kesana-sini di Internet, pilihan lensa kedua adalah Canon 18-200mm IS. Sebenarnya bukan pilihan yang buruk sih, lensa ini adalah jenis lensa "Sapujagat" kata orang lho. Semuanya dapat... Wide bisa, Zoom apalagi. Hasilnya tajam, hanya saja Bokeh-nya kurang menarik.
Akhirnya saya melirik lensa lainnya, Tamron 18-270mm VC. Sayang sekali, ternyata ini adalah pilihan yang salah. Walaupun hasilnya tidak jelek, tapi saya tetap kurang puas.
Sempat juga terpikir untuk membeli lensa L Series-nya Canon, tapi sama seperti fotografer amatiran seperti saya, Harga adalah kendala yang paling utama.
Setelah menjual lensa-lensa tersebut, saya kembali memakai lensa Kit, namun dalam benak pikiran saya masih terbayang sebuah lensa yang ideal (paling tidak untuk saya sendiri). Kemudian dengan (kembali) memaksakan diri saya membeli lensa Canon 15-85mm IS USM.
Saya memilih lensa ini karena banyak sekali ulasan/review yang memuji keunggulannya. Yup, ternyata kali ini pilihan saya tidak salah sama sekali, sebuah lensa yang hampir sempurna untuk saya.
Tajam, Bokehnya halus, cukup Wide (15mm) dan juga cukup Zoom (85mm). Mungkin kelemahan lensa ini hanyalah pada kondisi Low Light (very low). Tapi buat saya itu bukanlah masalah utama, masih bisa disiasati dengan pengaturan Manual atau bantuan Flashlite eksternal.
Sempat mendengar gosip di forum-forum fotografi yang mengatakan lensa ini ada kemungkinan akan ada versi L. Semoga saja itu benar, karena Canon 70-300mm IS USM sudah terbukti naik kelas ke L Series.
Seperti yang sudah saya perkirakan sebelumnya dan mungkin juga bagi kebanyakan orang yang memakai kamera jenis ini... Lensa adalah hal yang sangat vital. Banyak orang bilang: Kameranya bagus, tapi kalau lensanya jelek, akan sia-sia saja. Lebih baik lensanya bagus dan kameranya biasa saja. Syukur-syukur kalau keduanya bagus... tapi sudah pasti akan membuat kantong bolong... hihihi.. contohnya saya deh.
Awalnya saya memakai lensa kit (18-55mm IS), kemudian setelah mencari referensi kesana-sini di Internet, pilihan lensa kedua adalah Canon 18-200mm IS. Sebenarnya bukan pilihan yang buruk sih, lensa ini adalah jenis lensa "Sapujagat" kata orang lho. Semuanya dapat... Wide bisa, Zoom apalagi. Hasilnya tajam, hanya saja Bokeh-nya kurang menarik.
Akhirnya saya melirik lensa lainnya, Tamron 18-270mm VC. Sayang sekali, ternyata ini adalah pilihan yang salah. Walaupun hasilnya tidak jelek, tapi saya tetap kurang puas.
Sempat juga terpikir untuk membeli lensa L Series-nya Canon, tapi sama seperti fotografer amatiran seperti saya, Harga adalah kendala yang paling utama.
Setelah menjual lensa-lensa tersebut, saya kembali memakai lensa Kit, namun dalam benak pikiran saya masih terbayang sebuah lensa yang ideal (paling tidak untuk saya sendiri). Kemudian dengan (kembali) memaksakan diri saya membeli lensa Canon 15-85mm IS USM.
Saya memilih lensa ini karena banyak sekali ulasan/review yang memuji keunggulannya. Yup, ternyata kali ini pilihan saya tidak salah sama sekali, sebuah lensa yang hampir sempurna untuk saya.
Tajam, Bokehnya halus, cukup Wide (15mm) dan juga cukup Zoom (85mm). Mungkin kelemahan lensa ini hanyalah pada kondisi Low Light (very low). Tapi buat saya itu bukanlah masalah utama, masih bisa disiasati dengan pengaturan Manual atau bantuan Flashlite eksternal.
Sempat mendengar gosip di forum-forum fotografi yang mengatakan lensa ini ada kemungkinan akan ada versi L. Semoga saja itu benar, karena Canon 70-300mm IS USM sudah terbukti naik kelas ke L Series.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar