Kamis, 05 Mei 2011

Tentang Facebook (Opini Pribadi)

Jujur saja, sudah lama saya mendengar tentang laman yang bernama Facebook, hanya saja waktu itu saya benar-benar tidak tertarik karena saya berpendapat, "Ah... buang waktu saja..."

Suatu saat teman-teman semasa SMA dulu mengadakan Reuni, dimana hampir semua menanyakan apakah saya punya account Facebook, yang sudah tentu saat itu jawabannya adalah "Tidak Punya".

Akhirnya saat kegiatan di proyek sudah mulai senggang saya pun mencoba untuk membuat account di Facebook, disana harus saya akui ternyata banyak sekali teman-teman lama saat SD, SMP, SMA atau semasa Kuliah, begitu juga dengan sanak saudara. Ternyata seru juga, bisa bertemu teman-teman lama dan saling mentertawakan, yah... maklum deh sudah STW semua, jadinya raut wajah dan fisik sudah sangat berbeda sekali.

Banyak teman yang didapat, entah siapa mereka buat saya tidak penting, yang penting punya teman baru, yang mungkin saja bisa punya pikiran atau selera yang sama.

Tapi... harus diakui, sesuai dengan namanya: "Facebook" yang menurut saya pribadi lebih cocok untuk diterjemahkan sebagai kata TOPENG, karena semua orang "Dipaksa" oleh Facebook untuk memakai topeng. Hanya saja pemanfaatan setiap orang berbeda-beda, karena ada yang memakai topeng terang benderang alias apa adanya, ada juga yang memakai topeng yang ganteng/cantik, ada yang memakai topeng yang vulgar dan sebagainya. Tentu saja semua itu terpulang kepada niat masing-masing saat bergabung dengan Facebook.

Kadang saya sering tertawa melihat teman-teman di Facebook yang memposting kegiatan mereka yang buat secara pribadi tidak penting, contohnya: ngantuk nih, lapar... makan dulu, On The Way to Kota Anu, Menunggu Boarding... Pokoknya macam-macam deh.

Tapi juga ada yang serius, misalnya: Berdakwah secara ringan, mengeluarkan opini tentang suatu peristiwa yang umumnya adalah berkaitan dengan politik. Buat saya sih, hal itu sah-sah saja, toh itu adalah hak pribadi masing-masing. Tapi... ada juga yang memanfaatkan FB sebagai ajang mencari jodoh, cari obyekan dll. Nah, kalau yang ini nih saya sih No Comment saja deh.

Ada satu cerita tentang seorang teman di FB yang menurut saya dia sangat "Menarik & Istimewa", dia sangat berbeda dan terus terang saja waktu itu saya menjadikan dia sebagai teman karena menurut saya dia sangat cantik... hehehe. Tapi setelah menjadi temannya di FB harus diakui bahwa dia sangat berbeda, postingannya selalu menarik, yang biasanya sangat-sangat berbeda. Kadang dia melontarkan sesuatu postingan tentang masalah yang ada kaitannya dengan Politik, kadang juga tentang masalah sosial di seputar kita.

Dalam beberapa kesempatan saya sempat berbicara dengannya, baik via FB atau YM dan ternyata pendapat saya tentang dia tepat sekali... Sangat berkarakter, penuh semangat, punya jiwa sosial yang tinggi. Seorang wanita yang patut untuk dipuji. Tapi... jangan salah kira lho!

Jujur saja sebagai seorang pria dia adalah seorang wanita yang sangat menarik, cantik luar/dalam, jika mengikuti kriteria Rasullah SAW dia memenuhi semua kriteria itu dan sudah jelas kalau dia adalah seorang wanita yang layak untuk menjadi Idaman pria.

Hanya saja, saya harus realistis dan tahu diri dong, saya sudah berkeluarga dan berteman dengannya adalah sebuah opsi terbaik. Sebagai seorang teman saya hanya bisa berdoanya untuknya "Wish her All the Best that She Can Get!"

Dan untuk semua kegiatan sosialnya saya hanya bisa berdoa "Semoga Allah SWT membalas semua kebaikannya berlipat ganda dan diberi kemudahan dalam hidup ini". Amin

Wah... sudah ngelantur nih. Oke, balik lagi ke cerita sebelumnya. Ada juga pengalaman yang aneh menurut saya, ada wanita yang awalnya sih ngobrol biasanya, tapi pada akhirnya ada juga yang terang-terangan mengajak kencan. Hahaha.. bingung juga nih, padahal di Status saya sudah jelas judulnya Married... Memangnya foto profil saya itu rada menggoda ya... hahaha... GR banget sih. Awalnya sih saya coba layani, coba diikuti apa maunya, tapi... lama kelamaan arah pembicaraan sudah mengarah ke urusan seputaran tempat tidur... Wow, serem juga nih.

Untung saja si "IMAN" dan si "AMIN" sudah kompak, jadinya tahu diri deh, sudah tua, sudah bau tanah, jangan aneh-aneh lagi.. Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar